Indeks Kinerja:

1. Watt

Fungsi PSU adalah mengubah arus bolak-balik (AC) dari daya listrik menjadi arus searah (DC) yang dibutuhkan oleh komputer. Pada umumnya PSU yang tersedia adalah arus daya + 3.3V, + 5V, + 12V, -12V, -5V, dan biasanya kita menggunakan pemakaian watt khusus untuk mengevaluasi kemampuan daya listrik yang dialihkan.

2. Kapasitansi

Kapasitansi berperan sangat penting dalam pasokan listrik ke komputer. Kapasitor filter yang berkapasitas tinggi dapat memberikan arus input yang lebih baik dan murni, dimana proses ini sangat penting untuk menjaga stabilitas kinerja komputer, Jika arus input tidak murni akan Mudah menyebabkan sinyal kacau dan mengganggu pemrosesan sinyal normal oleh komputer dan menyebabkan ketidakstabilan.

Banyak produk PSU yang beredar di pasaran dengan harga murah dan menggunakan kapasitor filter berkapasitas rendah untuk memangkas biaya produksinya, sehingga mengakibatkan kinerja komputer terganggu oleh pengaliran arus yang tidak murni. Bahkan ada PSU berkualitas lebih rendah yang menimbulkan risiko kapasitor meledak ketika aliran listrik ke komputer terganggu oleh sambaran petir atau terpengaruh oleh dampak daya listrik yang tidak stabil.

3. Arus Tegangan Output

Input AC adalah singkatan dari input dari sumber daya eksternal (Power Utility), di negara Taiwan menggunakan daya listrik sebesar 110V, oleh karena itu spesifikasinya adalah 115V (+ -10% margin). Sedangkan spesifikasi daya listrik sebesar 230V digunakan untuk di luar negeri, sementara arus listrik dan frekuensinya adalah dengan spesifikasi yang relevan.

Tegangan arus listrik yang dialirkan oleh PSU setelah transformasi arus AC menjadi arus DC yang dapat digunakan oleh komputer dan yang paling penting bagi gamer mania, adalah arus listrik dari 3.3V, + 5V dan 12V. +3.3 dan +5 biasanya arus aliran listrik ini dibutuhkan oleh prosesor, chipset, kartu grafik, perangkat PCI, USB, CD-ROM dan segala perangkat dalam CPU.

Semua perangkat tersebut membutuhkan daya listrik +12V. Untuk gamer mania yang sering menggunakan fungsi manajemen daya atau Wake on Lan (WOL), juga harus memperhatikan indikasi + 5Vsb (daya siaga) dari arus listrik yang disediakan, karena fungsi WOL, membutuhkan daya listrik sekitar 600mA. Oleh karena itu jika platform yang anda pergunakan itu terdiri dari peralatan bervoltase tinggi (HV) seperti prosesor kecepatan tinggi kelas atas dan kartu grafik kelas atas, memilih PSU berkualitas tinggi sangatlah penting untuk menjaga investasi anda.

Data yang diberikan pada label PSU yang tersedia di pasar tidak selalu identik benar. Karena setiap pabrikan mungkin memiliki “ide pemikiran yang berbeda", pada pelabelan sering kali tampak "tidak jelas dan tidak jujur". Ada pabrikan yang menunjukkan daya maksimum dari arus output sambungan, sementara yang lain menunjukkan arus output lonjakan. Selama tidak ada aturan khusus yang ditetapkan oleh pemerintah, informasi spesifikasi yang ditunjukkan mungkin akan serupa.

Beberapa merek PSU yanag beredar di pasaran tidak akan menunjukkan masalah jika tidak terjadi kelebihan beban pada saat pemakaiannya, sementara jika terjadi kelebihan beban, PSU tersebut akan berhenti bekerja dengan sendirinya, dengan loncatan arus listrik yang sangat cepat, berkisar dari 1 atau 2 detik saja.

Bayangkan jika kita tidak teliti dalam membandingkan informasi spesifikasi setiap produk PSU seperti: Daya arus output, data perlindungan ketika terjadi arus singkat dan kualitas kestabilan daya arus yang dialirkan.  Akan sangant berbahaya untuk investasi anda. Jadi untuk menjaga kinerja komputer anda, dalam memilih PSU harus mempertimbangkan faktor-faktor penting seperti yang telah disampaikan diatas.

4. Arus Tegangan Input

Pada label produk PSU, rentang tegangan arus input listrik yang ditunjukkan biasanya dari 100-240 Vac, yang mencakup arus tegangan secara global.

5. Frekuensi Input

Rentang frekuensi arus tegangan input biasanya adalah 50 atau 60 Hz, sedangkan spesifikasi listrik biasanya adalah 47-63Hz.

6. Efisiensi

Efisiensi = (daya arus output) / (daya arus input), kelebihan arus input-output akan menjadi energi.

7. Saat Siaga

Saat yang diperlukan untuk tegangan output untuk mencapai kisaran tegangan yang stabil setelah sistem komputer dinyalakan.

8. Sistem Pertahanan Sementara

Setelah sistem komputer dimatikan daya arus output dapat dipertahankan.

Contact Us

2021 By FSP GROUP All rights reseved.
FSP uses cookies to enhance your browsing experience, and continuously improve our website to be user-friendly. By continuing your visit on our website, you agree to our use of cookies. For more information, please refer to our Privacy Policy.